Posts

Dia (perempuan)

Aku mengenal seseorang yang mungkin kau tak akan terkejut melihatnya. Dia hanya seorang perempuan biasa, memiliki perawakan biasa dan juga mengalami siklus bulanan seperti perempuan biasa. Tidak ada yang spesial dari dirinya, hanya terkadang tawanya memekakkan telinga. Dia memang tidak cerewet, tapi sekali dia nyaman denganmu dia tidak akan berhenti mengoceh. Aku mengenal baik dirinya, hingga seluk-beluk peredaran darahnya. Dia pun mengenal baik diriku, hingga dia selalu ikut menangis ketika aku menangis dan ikut tertawa ketika aku tertawa. Satu hal yang aku paling tahu dari dirinya, ia ingin sekali berbuat kebaikan untuk siapa saja, bahkan orang asing di jalan. Impian dia hanya itu, sesederhana itu, membuat orang lain tersenyum. Pertama kali kau mengenalnya, mungkin kau akan menganggap dia seorang yang sombong, dingin, tak punya hati. Yah begitulah yang orang lain bilang padaku pada perjumpaan pertama mereka dengannya. Lama-kelamaan kau akan mengenal dirinya. Seperti yang aku bil...

Tanpa Gemerlap Kota

Image
Aku tidak ingin Batusangkar diganggu oleh tangan-tangan peraub laba. Batusangkar biarlah tetap menjadi Batusangkar. Kota kecil dengan lapangan serbaguna sebagai pusat kegiatan remajanya, bukan mall-mall seperti di kota besar. Jangan salah sangka, jika di benakmu Batusangkar itu udik, tertinggal. Bahkan pengemis pun tau cara menggunakan tablet, bahkan pemulung pun memiliki rumah yang bagus. Banyak anak-anak Batusangkar yang pergi ke kota besar untuk melanjutkan pendidikan, hingga menjadi aset-aset negara. Walaupun sebagian besar dari kami memilih menetap di antara gedung-gedung pencakar langit. Memang sampai sekarang Batusangkar tidak dipenuhi dengan gedung-gedung bertingkat. Karena kami sadar, jika Batusangkar teracuni oleh kehidupan gemerlap kota besar maka kami kehilangan rumah tempat kami di besarkan dan tempat kami mengadu. Mencari kenyamanan sesaat dari hingar-bingar kota. source: google

Rayuan Sore kepada Laut

Image
     Namaku Laut, mataku sebiru samudera dengan tatapan selembut langit senja. Rambutku menggelung seperti ombak. Mereka bilang, tatapanku seteduh senja di Pantai Barat pulau ini. Senyumku kian merekah tak pernah meninggalkan wajahku, karena itu mereka memanggilku, 'Si Pemilik Hati Sehangat Butiran Pasir Pantai'      Raga ku beserta jiwaku menyatu di pantai dan di sinilah hatiku hancur berkeping-keping, berserakan terombang-ambing di laut biru. Aku mengenal dua lelaki bernama Samudera dan Sore. Samudera selalu datang memecah suasana, merubah dirinya menjadi ombak. Sore datang dan akan kembali pada waktu yang tepat. Ia telah membangun batu pemecah ombak untuk menjaga pasir-pasir hatiku dari dinginya air laut. source: we heart it

Tempatku Berpulang

Image
Aku belum merasakan rindu akan rumah, dan orang tuaku. Entah karena aku merasa nyaman di sini atau aku menemukannya. Sosok yang menenangkanku, membuatku merasa tidak sendiri. Rindu aku. Aku rindu berbicara dengan bahasa dan logatku. Paparan bahasa yang selalu terngiang di benakku ketika aku membayangkan rumah. Di sini, di kota kecil ini, aku juga menemukan rumah. Walaupun tanpa kehadiran masakan ibuku atau deru mobil ayahku. Aku menemukan kepingan-kepingan cinta yang kutinggalkan di rumah. Teman-temanku yang berpencar di seluruh negeri, terpisah dariku dan kehidupan baruku. Aku menemukan teman-teman baru dengan perasaan dan kehangatan yang baru. Tidak ada yang bisa menggantikan seseorang dengan orang lain. Begitu pun tidak ada perasaan yang sama dengan rumah tempatku berpulang.

Three Empty Words

Image
I'll pick you up at the same time At the same place, the same old drive We'll just talk about our day To try to fill the awkward space tonight We'll play the songs we used to love While we try to fall in love again We don't know who's wrong or right We don't even care enough to fight We're going through the motions Cause we can't fix what's broken And I know it's gonna hurt But darling I'll go first Cause I won't keep on saying those three empty words No, I won't keep on saying those three empty words We're still talking everyday I'm running out of things to say to ya What's really gonna break my heart Is to have to tell your little brother It might be easier to stay But it'll never be the same, no oh no And if something doesn't change Then we'll keep on sinking further Oh, we're going through the motions Cause we can't fix what's broken And I know it's gonna hurt But darling I'll go first...

I am The Creative Loner

I was bullied, back when I was in elementary school. They will called me names, won't talk to me and threw insults. The worst part of it is that they took advantage of me. Only because I'm a shy kid in class. I was a loner.  It was 6 years ago  In middle school I tried to speak in front of people, I tried to talk nicely to people, I respect them, I tried my best to treat people with kindness because I know how it feels to feel bad for yourself when no one likes you. I got over it, people around me already notice me, the new me. They support me with their own way, some people show respect on me, the others threw dirt on me. But that makes me stronger, It feels like I grew a new pair of wings.  And now 6 years from the past, 6 years from the moment and experience I became much stronger. They don't insults me again. They show respect on me, they want me to be their friends, and the best part of it when I can motivate people. And now I am not a loner anymore, I am the cr...

Katakan Pada Abangmu

Image
Pertemuan ini tidak direncanakan, aku bahkan tidak  berharap untuk bertemu dengan seseorang yang akan menarik perhatianku. Kecantikannya memang patut diacungi jempol. Namun, aku tidak akan tertarik kepadanya sebelum aku tahu seberapa pintar dia. Aku memang penggila ilmu, dengan IQ 139 yang aku miliki tentu menjadikanku seorang lelaki yang menganggap perempuan pintar itu seksi. Perempuan yang seringkali merajuk dan mencari perhatian dengan “pura-pura manja” bukanlah tipeku. Aku sedang duduk sendirian sambil bercengkrama dengan sepupu-sepupuku. Hal ini sebenarnya jarang kulakukan, tapi karena aku sudah lama tidak pulang, tentu saja aku merasa rindu dengan keluarga besarku. Hari ni adalah hari yang membahagiakan bagi kakak tertuaku, bagaimana tidak hari ini pesta pernikahannya berlangsung. Aku baru sampai di rumah kemarin malam sehingga aku tidak bisa menikmati kota masa kecilku ini, bahkan untuk bertemu teman lama, biarlah pikirku nanti juga bertemu. Adikku yang merupakan anak b...