Posts

Katakan Pada Abangmu

Image
Pertemuan ini tidak direncanakan, aku bahkan tidak  berharap untuk bertemu dengan seseorang yang akan menarik perhatianku. Kecantikannya memang patut diacungi jempol. Namun, aku tidak akan tertarik kepadanya sebelum aku tahu seberapa pintar dia. Aku memang penggila ilmu, dengan IQ 139 yang aku miliki tentu menjadikanku seorang lelaki yang menganggap perempuan pintar itu seksi. Perempuan yang seringkali merajuk dan mencari perhatian dengan “pura-pura manja” bukanlah tipeku. Aku sedang duduk sendirian sambil bercengkrama dengan sepupu-sepupuku. Hal ini sebenarnya jarang kulakukan, tapi karena aku sudah lama tidak pulang, tentu saja aku merasa rindu dengan keluarga besarku. Hari ni adalah hari yang membahagiakan bagi kakak tertuaku, bagaimana tidak hari ini pesta pernikahannya berlangsung. Aku baru sampai di rumah kemarin malam sehingga aku tidak bisa menikmati kota masa kecilku ini, bahkan untuk bertemu teman lama, biarlah pikirku nanti juga bertemu. Adikku yang merupakan anak b...

Cerita di Selasar Kafe

Image
Saat itu senja kian datang, menemani Dinan dan Gani. Temaram lampu kafe menjadi saksi bisu curahan hati mereka. "Sudahlah, jangan salahkan masa lalumu. Kau terlalu polos untuk memahami cobaan berat yang menimpamu." Ujar Dinan lirih. "Aku tidak menyalahkan keadaan, Nan, Aku sangat membenci diriku yang dulu membiarkan hal itu terjadi."  "Kau masih kecil saat itu. Apa yang dimengerti oleh seorang anak kecil berusia delapan tahun? Setidaknya kau lebih kuat dari padaku Gani." Dinan menghela napas panjang. "Kau harus ingat, masa depan itu masih suci." Lanjutnya, sambil menepuk punggung tangan Gani. Mereka lalu terdiam, di dalam hati mereka masing-masing tangis mereka pecah. Tak berhenti meraung dan tersedu. Tersedak oleh air mata mereka sendiri. Tak ada yang mengetahuinya selain mereka sendiri. Dinding Kafe yang muram tak mengerti dengan tatapan yang mereka berikan, gelas-gelas kaca yang tergantung di bar juga tidak merasakan deru na...

Promosi

Image
Bagi yang ingin membaca ceritaku yang cukup panjang silahkan lihat di wattpad.  http://w.tt/1pI434O Silahkan membaca cerita yang sedang aku kerjakan  http://w.tt/1RIhOqF   Selamat membaca 😁😁😁 Salam kreatif!  Source: tumblr 

Filosofi Kabut

Naskah ini merupakan cerpen yang saya buat ketika mengikuti lomba menulis cerpen yang diadakan oleh Universitas Andalas bulan Desember 2015 lalu. Selamat Membaca :)                                                             Filosofi Kabut Aku mendapatkan sebuah pelajaran yang berarti dari Pak Mursal. Seorang tuan tanah yang memiliki hampir sepertiga tanah di kampung kami. Saking luasnya, Pak Mursal membutuhkan sepuluh orang buruh tani untuk mengerjakan sawahnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar masyarakat kampung kami mendapat pekerjaan yang layak dari Pak Mursal. Beliau adalah orang yang dermawan tetapi seringkali dibodohi oleh Mang Ijal, yang menjabat sebagai lurah di daerah kecil ini, Kata Mang dalam nama Mang Ijal bukanlah sebuah panggilan, tetapi singkatan namanya. Kerap kali orang menyingkatnya karena nama...

Kenapa Hujan

Kenapa salahkan hujan ketika rintiknya membasahi baju barumu Kenapa salahkan hujan ketika airnya merusak rambutmu Kenapa salahkan hujan ketika petir menakutimu Kenapa salahkan hujan ketika dinginnya mengingatkanmu, menjebakmu dalam haru biru kenangan Kenapa salahkan hujan ketika anak kecil tertawa bersamanya Dulu kau menunggunya agar kau bisa libur dari sekolah Dulu kau menangis bersamanya berharap bisa menari di antara hujan Dulu kau berharap padanya agar ia menemani tidurmu Kenapa salahkan hujan

Memimpikan Pagi

Bagian kedua “a… aku tidak bisa. Tidak! Aku sudah memiliki mimpi besar di depan mataku Pagi, aku tidak punya waktu untuk permainan seperti ini.” Sulit bagiku untuk mengatakannya tetapi aku tidak ingin ada yang menghambatku menggapai mimpiku. Aku berjalan ke arah ibu dan Paman Mulyadi yang sedang bercengkrama. Tidak lama setelah itu, aku sedang menikmati langit pagi yang mengantarku ke Frankfurt, pesawatku akan berhenti di sana sebelum menuju ke negeri Paman Sam. Aku teringat kembali dengan perkataan Pagi beberapa jam yang lalu, aku berharap dapat melupakannya ketika aku berada di ketinggian, bahkan pemandangan langit yang cerah pun makin mengingatkanku akan Pagi. Tidak! Jangan lembek Langit, kamu akan berjumpa dengan empat pagi berbeda dalam satu tahun ke depan. Ada pagi di musim panas, pagi musim gugur, pagi musim dingin, dan pagi di musim semi saat dirimu akan bertemu dengan Pagimu. Kau merindukannya bukan? Aku tidak tahan dengan perasaanku, kalut. Aku mengira akan merasa le...

Memimpikan Pagi

Senja                 Aku harus melewatkan tidurku agar bertemu dengannya, tetapi terkadang malam tak kunjung surut. Suatu kali aku dibangunkan oleh cicitan burung gereja, tetapi Pagi mulai beranjak pergi. Di lain sisi, Pagi juga menghabiskan siangnya agar bertemu denganku. Sebuah Senja penuh warna di ufuk barat. Tetapi Senja tak selalu datang berwarna jingga, atau bahkan ungu kemerahan di terpa sinar mentari. Terkadang Senja membawa awan kelabu yang membuat Pagi diam tak berkutik. Cukuplah waktu yang memisahkan Pagi dan Senja.                 Namaku Senja, setidaknya begitulah ia memanggilku. Ia berkata, aku menarik seperti langit senja. Ia mengatakan tak pernah bertemu senja seindah diriku, dia memang tukang gombal, tetapi pipiku seringkali memerah karenanya. “Halo Senja, apa kabar? Sibukkah?” Ujar suara di seberang sana.  ...